FIQH IMAM SYAFII

Ilmu fiqh merupakan ilmu yang wajib dimiliki oleh setiap orang Islam,karena ilmu tersebut merupakan ilmu syariat yang menjelaskan tata cara orang dalam beribadah kepada Alloh SWT.bahkan karena pentingnya ilmu tersebut,dalam kitab Ta’limul Mutaalim dijelaskan bahwa satu orang ahli ibadah dan ahlifiqh itu lebih ditakuti oleh setan dari pada seribu orang yang ahli ibadah tapi tidak mengerti fiqh.Oleh karena pentingnya ilmu tersebut,saya berusaha menuliskan sedikit dari luasnya ilmu tersebut dalam media internet ini yang semoga diridloi oleh Alloh SWT.

Kajian fiqh ini merupakan pembahasan mengenai ilmu fiqh yang merujuk pada kitab fiqh salafi dasar yang telah puluhan tahun digunakan hampir diseluruh pesantren di indonesia yang telah disahkan oleh banyak masayikh Islam,yakni kitab Mabadi Alfiqhiyah(mabadi fiqh) yang digunakan disini adalah Mabadi Alfiqhiyah juz 3,yang merupakan kitab fiqh dasar yang membahas banyak tentang fiqh sehari-hari yang mengikuti madzhab Imam Syafi’i.semoga dengan mempelajari fiqh ini amal ibadah kita diterima oleh Alloh SWT.

Bab-bab yang terangkum dalam kitab tersebut adalah:

1. Usulul islam(pokok-pokok islam)
2. Akhkamul islam(beberapa hukum islam)
3. Thoharoh(bersuci)
4. Najasah(macam-macam najis)
5. Istinjak
6. Wudlu
7. Mandi
8. Tayamum
9. Haid dan Nifas
10. Sholat
11. Rukun-rukun sholat
12. Sunah-sunah sholat
13. Perkara yang membatalkan dan perkara yang dimakruhkan dalam sholat
14. Sholat sunah
15. Sholat jamaah
16. Tingkah sebagai makmum
17. Sholat musafir
18. Sholat jum’ah
19. Sholat idaini(sholat dua hari raya)
20. Sholat jenazah
21. Zakat
22. Zakat fitrah
23. Puasa
24. Haji danUmroh
25. Beberapa syarat thowaf dan sa’i.

Untuk memahami isi dari bab-bab tersebut silahkan

BAB.I .POKOK-POKOK ISLAM

Islam adalah agama yang diturunkan ALLOH kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Pokok-pokok agama islam ada 4 yaitu:

1. Al-Qur’an,yaitu kalam ALLOH yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui malaikat jibril secara bertahap sebagai petunjuk bagi umat manusia.
2. Al-Hadist,yaitu segala perkataan dan amal perbuatan nabi Muhammad SAW yang menerangkan hukum isalam,sebagai petunjuk bagi umat manusia setelah Al-Qur’an.
3. Al-Ijma’,yaitu hasil mufakat dari kumpulan Mujtahid yang terjadi setelah masa nabi Muhammad SAW dalam suatu perkara yang belum diketahui hukumnya.
4. Al-Qiyas,yaitu mencocokan hukum suatu perkara yang belum ada dalilnya dalam Al-Qur’an danHadist terhadap perkara lain yang memiliki ilat / ciri-ciri yang sama yang sudah jelas hukumnya dalam Al-Qur’an dan Hadist.

BAB.II.HUKUM-HUKUM ISLAM

Hukum-hukum setiap perkara dalam islam ada 5 macam yaitu:

1. Fardlu,yaitu perkara yang apabila di kerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan mendapat dosa.
2. Sunnah,yaitu perkara yang apabila di kerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa.
3. Haram,yaitu perkara yang apabila dikerjakan mendapat dosa,dan apabila ditinggalkan mendapat pahala.
4. Makruh,yaitu perkara yang apabila dikerjakan tidak mendapat apa-apa dan apabila ditinggalkan mendapat pahala.
5. Mubah,yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan maupun tidak tidak memperoleh apa-apa.

Hukum fardlu dibagi menjadi 2 macam yaitu:fardluain dan fardlukifayah.

a) Fardluain adalah perkara yang wajib dikerjakan oleh setiap orang islam mukalaf walaupun perkara tersebut sudah dikerjakan oleh muslim mukalaf lain contohnya adalah sholat fardlu,puasa romdlon,dll.
b) Fardlukifayah adalah suatu perkara yang wajib dikerjakan oleh setiap orang mukalaf,namun apabila perkara tersebut sudah ada yang mengerjakannya maka gugurlah kewajiban tersebut contohnya adalah mensolati mayit,menolong anak yatim yang terlantar dll.

Mukalaf :adalah orang yang sudah baligh dan berakal sehat.
Ukuran baligh:bagi anak laki-laki dikatakan baligh apabila sudah pernah mengeluarkan mani dan jika hingga berumur 14 tahun belum pernah mengeluarkan mani,maka balighnya dihukumi semenjak umur 14 tahun.dan bagi perempuan dihukumi baligh apabila sudah pernah haid dan apabila hingga berumur 14 tahun belum juga pernah haid,maka anak tersebut dihukumi haid sejak berumur 14 tahun.

BAB.III.THOHAROH(BERSUCI)

Thoharoh merupakan suatu pekerjaan yang apabila tidak dikerjakan maka sholatnya tidak sah.thoharoh ada 2 macam yaitu:thoharoh dari khadast dan thoharoh dari khobast(kotoran atau najis).

1. Thoharoh dari khadast dapat dikerjakan dengan wudlu,mandi,dan tayamum.
2. Thoharoh dari khobast dapat dilakukan dengan istinjak,menghilangkan najis dari badan,pakaian,dan tempat.

Jenis-jenis perkara yang dapat digunakan untuk bersuci ada 4yaitu:air.debu,batu,dan menyamak.

1.Macam-macam air.

Macam-macam air ada 3 yaitu:air thohir muthohir,air thohir ghoiru muthohir,dan air najis.
1.Air thohir muthohir,yaitu setiap air yang jatuh dari langit:air hujan,air langit,air laut,air sungai,air salju,dan air es.

Air yang berubah sifatnya,tapi masih tetap mensucikan yaitu:

(a) Air yang berubah karena disebabkan oleh lamanya air di wadah atau karena sesuatu yang timbul dari dalam air tersebut,seperti ikan,dan ganggang.
(b) Air yang berubah karena disebabkan oleh sesuatu yang tetap di tempatnya,atau tempat mengalirnya air tersebut.seperti tanah,kapur,dan garam.
(c) Air yang berubah karena disebabkan sesuatu yang suci yang dapat merubah sifat air tersebut yang sulit untuk dihindarkan,seperti daun-daun atau pepohonan yang digugurkan angin.
(d) Air yang berubah karena disebabkan pernah digodok.
(e) Air yang berubah karena disebabkan sesuatu yang mendampingi air tersebut,seperti bangkai yang berada disamping air yang aromanya merubah sifat kemurnian air karena terbawa angin.
(f) Air yang berubah karena disebabkan oleh barang yang sulit unruk dipisahkan dari air,seperti minyak,atau gajih(minyak hewan).

2.Air thohir ghoiru muthohir,yaitu air yang suci namun tidak mensucikan.air thohir ghoiru muthohir dibagi menjadi 3 macam yaitu:

(a) Air yang berubah banyak pada sifatnya,sebab kecampuran sesuatu yang suci,seperti gula, madu,dll.
(b) Air yang kurang dari dua kulah yang pernah dipakai untuk bersuci.
(c) Air yang diperas dari tumbuhan ,seperti air mawar,air kelapa,dll.

Ukuran dari dua kulah jika diukur dalam suatu wadah yang berbentuk kubus,maka kubus tersebut kira-kira memiliki panjang,lebar,dan tinggi 60 cm.

3.Air mutanajis,yaitu air yang terkena najis.air mutanajis dibagi menjadi 2 macam,yitu:
(a) Air yang lebih dari dua kulah,yang terkena najis sehingga berubah salah satu dari sifatnya(warna,bau,dan rasa)sedikit ataupun banyak.
(b) Air yang kurang dari dua kulah yang terkena najis baik itu berubah salah satu sifatnya ataupun tidak.

BAB.IV.NAJASAH

Najis itu ada tiga,yaitu:mugholadhoh,mukhofafah,dan mutawasitoh.

(a) Najis mugholadhoh yaitu najisnya anjing,babi,anak dari anjing ataupun babi walaupun hasil perkawinan dengan hewan yang suci,dan air liur,ingus,keringat dari ketiganya.cara mensucikannya adalah dengan membasuh tempat yang terkena najis dengan menggunakan air sebanyak 7 kali dan salah satunya dicampur dengan menggunakan debu yang suci sesudah dihilangkannya bentuk dari najis tersebut.
(b) Najis mukhofafah yaitu najis darikencingnya bayi yang belum pernah memakan sesuatu selain dari susu ibu,dan juga belum mencapai umur 2 tahun.cara mensucikannya adalah dengan cara menyiramnya dengan air walaupun tanpa dihilangkan dahulu bentuk dari najisnya.dan air bekasnya juga dihukumi suci.
(c) Najis mutawasitoh

Najis mutawasitoh ada 2 macam,yaitu:najis ainiah dan najis khukmiah.

(a) Najis khukmiah adalah najis yang tidak memiliki jisim(bentuk),warna,rasa,ataupun bau.contohnya seperti air kencing yang sudah kering dan sudah tidak kelihatan sifatnya.cara mensucikan najis khukmiah adalah dengan cara mengguyurnya dengan air walupun hanya satu kali.
(b) Najis ainiah adalah najis yang tidak memiliki jisim,warna,bau,dan rasa.contohnya seperti kotoran hewan,darah,nanah,bangkai beserta seluruh bagiannya,anggota tubuh hewan yang terpisah walaupun hewan tersebut masih hidup(kecuali anak adam,ikan dan belalang),susunya hewan yang haram dimakan(selain anak adam).cara mensucikan najis ainiah adalah dengan mengguyur tempat yang terkena najis dengan menggunakan air,sampai hilang sifatnya(bau,warna,rasa).namun jika sangat sulit sekali untuk menghilangkannya,maka tidak sampai hilang tidak apa-apa.
Mensucikan khomer:khomer bias menjadi suci jika telah berubah menjadi cuka.
Mensucikan kulit bangkai:kulitnya bangkai bisa menjadi suci dengan jalan di sama’,kecuali kulitnya anjing,babi,dan hewan yang lahir dari salah satu hewan tersebut walaupun dengan hewan lain yang suci.

BAB.V.ISTINJA’

Istinja’ adalah membersihkan jalan keluarnya kotoran(kencing/berak) setelah membuang kotoran.
Cara beristinja’ adalah dengan cara mengusap bekas keluarnya air,dengan menggunakan batu (minimal 3 buah),kemudian di basuh dengan menggunakan air supaya hilang bekas najisnya.dan juga diperbolehkan beristinja’ hanya menggunakan air saja atau batu saja.namun yang lebih utama adalah dengan menggunakan air.

Syarat beristinjak menggunakan batu:

(a) Najisnya belum kering ataupun berpindah.
(b) Najisnya tidak kecampuran najis yang lain
(c) Najisnya tidak mengenai bagian disekitar lubang untuk buang air
(d) Batu yang digunakan harus kering,suci,dan bisa menghilangkan najis.

Juga diperbolehkan beristinja’ dengan menggunakan benda keras selain batu dengan syarat benda tersebut harus keras,suci,dan tidak dimuliakan.seperti daun dan kayu.

Perkara yang disunahkan ketika beristinja’yaitu:

(a) Mendahulukan kaki kiri ketika masuk dan mendahulukan kaki kanan ketika keluar dari tempat beristinja’
(b) Membaca doa ketika masuk dan keluar dari tempat beristinja’
(c) Menjauhkan diri dari pandangan manusia dan hingga tidak terdengar suara keluarnya,dan juga dilarang untuk mencium baunya
(d) Membersihkan jalan keluarnya air dengan menggunakan tangan kiri,dan membersihkan tangan sebelum dan sesudahnya beristinja’
(e) Membersihkan kotoran yang keluar setelah hajat.

Perkara yang dimakruhkan ketika beristinja’ yaitu:

(a) Buang air di tempat yang airnya banyak dan tidak mengalair
(b) Membawa ataupun membaca bacaan yang mengandung dzikir kepada Alloh
(c) Menghadap kiblat atau membelakanginya kecuali jika ada penutup
(d) Menghadap tempat bertiupnya angina
(e) Berbincang-bincang kecuali untuk sesuatu yang digunakan untuk beristinja’
(f) Meludah,bersisi dengan tanpa ada keperluan
(g) Menghadapkan pandangan kelangit
(h) Buang air dibawah pohon yang berbuah atau tempat untuk berteduh manusia.

BAB.VI.WUDLU

1. Syarat-syaratnya wudlu ada lima,yaitu:

a) Islam

b) Mumayis(dapat membedakan baik dan buruk)

c) Anggota yang akan dibasuh saat berwudlu tidak terdapat sesuatu yang menghalangi meresapnya air kedalam kulit.contohnya lilin,cat,gajih.dll

d) Tidak menganggap bagian wudlu yang hukumnya fardlu dianggap sunah.contohnya adalah menganggap bahwa membasuh sebagian kepala adalah sunnah,padahal hal tersebut adalah fardlu.

2. Fardlunya wudlu ada enam,yaitu:

a) Niat,dilakukan bersamaan ketika membasuh bagian permulaannya wudlu,yaitu bersamaan ketika membasuh wajah.

b) Membasuh wajah,yaitu mulai dari tempat tumbuhnya rambut hingga ujung janggut,dan mulai dari telinga kanan hingga telinga kiri.

c) Membasuh kedua tangan hingga siku-siku.serta menyela-nyela tempat dibawahnya kuku.

d) Membasuh sebagian kepala yakni minimal 3 helai rambut.

e) Membasuh kedua kaki hingga seluruh mata kaki.

f) Tertib.

3. Sunnahnya wudlu ada banyak sekali,diantaranya adalah;

a) Tasmiah(membaca basmalah)

b) Membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukan tangan kedalam air

c) Bersiwak

d) Berkumur

e) Istinsyak,yaitu menyerap air kedalam hidung

f) Membasuh seluruh bagian kepala

g) Membasuh permukaan telinga baik bagian luar maupun dalam

h) Menyela-nyela jari tangan maupun jari kaki

i) Menyela-nyela jenggot yang lebat

j) Menggeser-geserkan cincin

k) Mendahulukan anggota yang kanan daripada yang kiri

l) Mengulang sebanyak 3 kali

m) Menggosok-gosok

n) Berkelanjutan antara membasuh anggota wudlu yang satu dengan yanglain

o) Berdoa ketika sesudah berwudlu.

4. Perkara yang dimakruhkan ketika berwudlu ada 4,yaitu:

a) Berlebih-lebihan dalam menggunakan air

b) Meminta orang lain untuk mewudlukan kecuali jika ada udzur seperti lumpuh,sakit,dll

c) Melebihi 3 kali basuhan saat membasuh anggota wudlu

d) Mengelap bekasnya wudlu baik dengan handuk ataupun yang lain.

5. Perkara yang membatalkan wudlu ada 4,yaitu:

a) Keluarnya sesuatu dari dua jalan(qubul dan dubur)yaitu seperti kencing,berak,kencing nanah,dll

b) Hilang akal,baik karena mabuk,sakit,ayanan,gila,ataupun tidur yang duduknya (pantatnya) tidak menekan kebumi(lantai ataupun sejenisnya)

c) Bersentuhan dengan lain jenis yang bukan mukhrimnya tanpa adanya suatu penghalang(satir)

d) Menyentuh farjinya anak adam dengan telapak tangan bagian dalam,bukan bagian luar,pinggir,ataupun ujungnya jari tangan.

Maaf tulisan ini belum selesai,doakan supaya lacar dalam penyelesaiannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: